Wednesday, May 25, 2011

"bersyukur mempunyai Intangible Asset: (75% yang menentukan keberhasilan bisnis)"

Tidak disadari ada aset yang paling berperan dalam penentu keberhasilan kita dalam berbisnis,

aset yang telah ada yang jarang diperhatikan, dan aset ini jarang dipergunakan semaksimal mungkin, hanya sering diremehkan kehebatannya, serta tak jarang, pemanfaatannya hanya sebatas penghargaan yang secukupnya saja, padahal dibalik pemberian dari aset ini, terkuak faktor pemberi balik yng sungguh luar biasa, ya... benar lebih banyak memberhasilkan dalam bisnis, langsung saja, aset ini adalah intangible asset,

Silahkan disimak gambaran berikut ini,

You are SPECIAL

Ivan MM

======================================================================

Intangible Asset: 75% yang menentukan keberhasilan bisnis

Arab Saudi, Indonesia, Venezuela, Nigeria, adalah beberap contoh "resource-rich countries", yang kaya sumberdaya alam.Sebaliknnya Singapura, Finlandia, Jepang, Taiwan adalah contoh "resource-poor countries", yang miskin sumberdaya.

Menurut riset Kaplan-Norton, negara-negara kaya sumberdaya tersebut tingkat pertumbuhan ekonominya tergolong sangat lambat dibanding negara yang miskin sumberdaya. Demikian juga fenomena ini terjadi pada perusahaan-perusahaan yang kaya sumberdaya tetapi tidak tumbuh, dan sebaliknya.

Kenapa pertumbuhan yang menjadi fokus? Karena pertumbuhan adalah kunci dari kemampuan bertahan dimasa depan (sutainability).

Hasil risetnya adalah kurang lebih sbb:

  • lebih dari 75% kemampuan tumbuh & bertahan ditentukan oleh asset yang tak tampak (intangible assets), bukannya oleh seberapa kaya dan canggih mesin-mesin dan tangible asset yang dimiliki.
  • intagible asset yang dimaksud adalah: INFORMATION CAPITAL, HUMAN CAPITAL, dan ORGANIZATION CAPITAL.
  • jika intangible asset bagus, maka kemampuan learning & growth, akan bagus pula, dan ini sangat menentukan internal process yang menghasilkan barang/jasa yang berkualitas, dan seterusnya akan memuaskan pelanggan dan profitabilitas bisnis.

Rupanya disinilah AKAR permasalahan negara & kinerja sektor riil kita yang payah (juga negara-negara muslim yang lain). Dimana kondisi yang terjadi adalah indeks penmbangunan SDM yang rendah, sistem informasi yang kacau, dan mekanisme birokrasi yang inefisien.

Kenapa aset yang kasat mata, tidak banyak berpengaruh saat ini? Mudah saja, logikanya, mesin secanggih apapun sekarang ini tidak membedakan kemampuan kompetisi. Contoh, kita bisa dengan mudah investasi komputer dan mesin tercanggih melebihi pesaing, demi melihat ini pesaing pun dengan sangat mudah melakukan hal yang serupa. Lantas dimana letak competitive advantage-nya?

Jadi, jika kita ingin bertahan untuk kelangsungan eksistensi dimasa depan, mesti perkuat intangible asset. Kabar tidak bagusnya, justru disinilah letak kegagalan negara dan institusi sektor riil kita.

Semoga manfaat.

sumber : Ahmad Jufri

No comments:

Post a Comment