Thursday, December 27, 2012

"Seharusnya Malu" corporate culture kantorku

Seharusnya Malu!



  • Malu seharusnya bila kita telah disekolahkan tinggi-tinggi, hingga mendapat gelar Doktor di luar negeri, akhirnya kembali ke kantor mendapat promosi, setiap jabatan mudah diisi, namun dalam beraksi tidak pernah tahu diri, hanya mengikuti.



  • Malu seharusnya bila kita katanya telah ahli, hingga segala sertifikat pencapaian telah dimiliki, namun dalam berdiskusi hanya mengunggulkan ego diri.

  • Malu seharusnya bila kita sudah haji, hingga tingkatan mabrur sudah terlabeli dalam diri, namun hanya mampu mengukur kehebatan diri.

Segalanya bermula dari :


  • Malu seharusnya bila kita sudah lulus seleksi, hingga menduduki jabatan yang terpromosi, namun hanya mampu basa-basi, untuk memuluskan atasan yang menghendaki.












refleksi akhir tahun,
27 Desember 2012



Friday, July 20, 2012

Just for shared & just for fun, let TOEFL go!!




TOP 10 Tips for TOEFL Test


TOEFL® Test – Tips To Take You To The Top!
The TOEFL Test, is the most widely accepted English-language assessment used at more than 7,300 institutions in 130 countries including the U.K., U.S. and Canada. The test is divided into four sections – Reading, Writing, Listening and Speaking.



Here are some pointers and resources to help you get on your way to score well for the test.
1.Find something interesting to read and listen to, then practice speaking and writing about it.
Listen to Podcasts, recorded lectures – check the website of your favorite University. Go to news websites such as Ndtv.com, ibnlive.com, timesofindia.com. Read up on your favorite subjects on popular websites such as wikipedia.org. Tell a friend or family member about what you learned.

2.Work with a speaking partner, preferably with a native speaker of English or try an online video chat! The more opportunity you have to speak the language, the more familiar you will become.

3.Take on the role of a great journalist: Take good notes and use them to make summaries.

4.Make vocabulary flash cards and pretend you are a contestant on a vocabulary quiz show. Carry the flash cards with you often. They are a great way to make a bus ride go by quickly.

5.Visit TOEFL-TV on YouTube. www.youtube.com/TOEFLtv for great resources and tips from English language instructors and students that have taken the TOEFL test.

6. Reading Tips
Practice summarizing and paraphrasing texts. Use charts and outlines to organize the ideas in a text.  Practice speed reading techniques. Practice reading (and answering questions) on a computer screen. Expand your vocabulary with daily-use vocabulary cards.

7. Listening Tips
i. Listen for basic information – did you comprehend the main idea, major points and important details?
ii. Listen for “pragmatic” understanding – Can you recognize a speaker’s attitude? What is the purpose of the speech? What is their role? Are they an authority or are they a passive part of the conversation?
iii. Listen for connecting and synthesizing – Can you understand the relationship between ideas? Compare and contrast. Determine the cause and effect.

8. Speaking Tips
Read aloud a short article from a newspaper, campus newspaper, magazine, textbook, or the Internet. Write down 2 – 3 questions about the article.
With a speaking partner – Answer the questions. Outline the main points of the article. Give a one-minute oral summary of the article. Express your opinion about it. If there is a problem discussed, give the solution.
  • Speaking Tips – Pronunciation
  • Speak in s-l-o-w motion. You could imitate American or British intonation and rhythm patterns. You could also work on problematic sounds, such as:
[ t ] and [ d ] – uncurl your tongue
[ p ], [ t ], and [ k ] – add some air!
[ p ] and [ b] – close your lips
[ f ] and [ v ] – lower lip to teeth
  • Find an accent reduction coach
  • Your pronunciation doesn’t have to be perfect, but native speakers should be able to understand you.
iii. Listen for connecting and synthesizing – Can you understand the relationship between ideas? Compare and contrast. Determine the cause and effect.

9. Writing Tips
Find a writing buddy who can give you feedback. Read an article and find listening material on the same topic. Write a summary of each. Explain the ways they are similar and the ways they are different.

10. Combine all your skills!
Find listening and reading materials on the same topic from the library or Internet (e.g., news websites such as ndtv.com). Take notes or create outlines on each. Give a one-minute oral summary of each.
Explain how the two relate in a short written response (150 – 225 words). Take notes or create outlines on each. Give a one-minute speech about the same.
Use free resources: www.TOEFLGoAnywhere.org, download TOEFL iBT Tipswatch video clips highlighting study practices, download sample questions, join communities on SMS GupShup for free updates.
(This TOEFL article was submitted by Archana Kori from the the-practice.net. )
Free Resourses: Build GRE Vocabulary Free on LearnWordlist.com


Read more: TOP 10 Tips for TOEFL Test : 2012 2013 College Scholarships, PhD Scholarships, Postdoctoral, Graduate International Scholarships Fellowships
http://scholarship-positions.com 

Wednesday, May 23, 2012

Perkecambahan

           Tabel Perkecambahan komoditas tanaman yang telah di uji di laboratorium lapang (applied science).


Tuesday, May 15, 2012

جَعَلَ اللهُ مُبَارَكًا عَلَيْكَ وَ عَلَى أُمَّةِ مُحَمَّدٍ

“Semoga Allah menjadikannya anak yang diberkahi atasmu dan atas umat Muhammad shallallahu ‘alaihi wasallam”


Tuesday, April 17, 2012

do what you love, love what you do




                   Bekerja Keras, Bekerja Cerdas dan Bekerja Ihlas

dilihat secara sederhana ketiga cara kerja tersebut diatas tidak bisa dipisahkan satu sama lain, hal ini karena ketiganya adalah unsur utama pencitraan orang bekerja, karena sejatinya orang bekerja menggunakan modal dasar yang telah dimiliki/diwariskan secara alami oleh Tuhan YME Alatnya adalah Fisik (bekerja Keras), Pikiran (bekerja cerdas), Perasaan/hati (bekerja ihlas). Membicarakan masalah 3 cara bekerja diatas, pasti sangat berkaitan dengan jargon do what you love, love what you do, Nah,... "do what you love, love what you do" mana yang lebih didahulukan?

               kini, jargon "do what you love, love what you do" menjadi berat rasanya bila kita harus terpaksa memilih pernyataan yang ke-2 lebih dahulu (love what you do-red). artinya bila kita telah memilih pernyataan ke-2 tersebut maka bisa dimaknai bahwa kita telah berpasrah dan bisa ditegaskan menyerah, pasalnya pernyataan love what you do, "mencintai apa yang kamu lakukan" adalah sebuah keputusan dimana sudah tidak ada pilihan lagi kecuali sesuatu yang telah dilakukan itu. pernyataan ke-2 ini sangat memberatkan bagi siapapun yang ingin mengaktualisasikan diri dilingkungannya baik untuk pengembangan pribadi di tempat kerja maupun di lingkungan sosialnya. dan bisa disimpulkan sementara pernyataan ini sering diambil oleh para individu yang cenderung bekerja lebih banyak menggunakan porsi fisik (kerja keras) dibanding  porsi kerja yang lain yaitu kerja cerdas dan kerja ihlas. disisi lain Penyataan berbeda terletak pada pernyataan ke-1 (do what you love-red) pernyataan ke-1 ini sungguh sangat bebas, dan ringan dengan kondisi apapun untuk menyesuaikan. pernyataan ini saya rasa lebih fleksibel dan tentunya keputusan memilih sesuatu yang harus didahulukan oleh siapapun dalam bekerja, pasalnya pernyataan ke - 1 ini lebih mendukung dalam kebebasan pencapaian-pencapaian dalam memegang kendali terhadap diri. dan bila berangsur-angsur penryataan ke-1 (do what you love-red) ini digelar dalam aktivitas keseharian individu di lingkungannya maka tak heran puncak Aktualisasi diri akan mudah tercapai.

             Sebelum menutup, saya mengutip pernyataan hebat seorang penulis dan motivator ternama Jennie S. Bev yang saya rasa pernyataan hebat ini sangat cocok untuk siapapun.

"Kenyamanan menjadi diri sendiri tidak perlu ditutup-tutupi supaya lawan bicara tidak tersinggung karena setiap orang mempunyai tempat tersendiri di dunia yang tidak bisa digantikan oleh orang lain. Saya adalah saya, mereka adalah mereka. Dengan menjadi diri saya sendiri, saya tidak akan mengusik keberadaan mereka. Jika mereka merasa tidak nyaman, itu bukan karena kepribadian saya, namun karena mindset yang berbeda dan kekurangmampuan mereka dalam mencapai kenyamanan dengan diri sendiri".
              Di akhir tulisan saya menyatakan, leih baik menegaskan diri memilih pernyataan "Love what you do" dimanapun lingkungannya daripada menyesal seumur hidup menjadi robot tuannya.
                   


Tuesday, March 20, 2012

"Sifat dari Pemimpin yang sering kita hiraukan"

"SIAPA YANG DISEBUT PAHLAWAN??" moenier corp.




          Pagi itu saya berangkat ke kantor seperti biasa, yaitu dimulai dengan aktifitas bangun pagi,.. bangun pagi-pagi betul tepatnya, pukul 04.00 pagi. sengaja saya menyetel jam waker asal2an yang ada di HP android saya sebagai teman pembangun tidur saya, tiba2 waktu menunjukkan pukul 04.08 tepat, memang seperti biasa jam waker sengaja saya siapkan pukul 4 lebih 8 menit, hal ini kumantapkan karena kesukaan saya terhadap angka 8, nah,.. jadilah pukul 4.08, Tak terasa jam itu berbunyi, pertanda saya harus sigap untuk bangun, mempersiapkan segala keperluan untuk bekal selama kurang lebih 3 hari ke depan, mulai dari baju kerja, baju santai, snack dan perbekalan lain yang saya perlukan untuk bertahan selama 3 hari diluar rumah, Inilah aktifitas pagi saya setelah teman setia saya a.k.a jam waker membangunkan tidur, terlebih juga karena saya memang suka "membekal", membekal adalah kebiasaan saya, untuk mencukupi keamanan pangan saya selama lebih kurang 3 hari tidak pulang ke rumah. tak terasa kebiasaan ini saya ulangi berkali-kali setiap senin pagi dan di hari kamis pagi.
           Cerita berlanjut dalam perjalanan saya keluar dari rumah, Tidak seperti biasa perjalanan ini diwarnai dengan desisan angin yang berhembus begitu kencang, dan disertai hujan rintik, pertanda cuaca kurang baik untuk keluar rumah, dari situ saya mencoba menyalakan radio yang merekat di perangkat genggam saya, seperti bisa saya mendengarkan radio kesukaan saya "smart fm", seketika ada short news dari BMKG mengabarkan bahwa cuaca saat ini kurang baik, ditandai dengan adanya angin kencang berkecepatan 40 km/jam dan berpotensi puting beliung yang akan terjadi di sekitar jabodetabek dengan kecepatran angin 70 km/jam. Takjublah dengan pemberitaan ini, dengan perasaan cemas serta pilu telah meninggalkan istri dirumah sendirian terlebih sedang mengandung besar bakal anak saya, "Hm,..." (menghela nafas panjang-red) "Ya sudahlah,.." (pintaku dalam hati), "apabila terjadi,.. maka terjadilah,..." (pasrah kepada Tuhan YME). Pembahasan terkait berita dari BMKG dilanjutkan dengan ulasan singkat, namun tiba-tiba yang membuat saya tercengang adalah berita selanjutnya, terdengar rumor yang sempat mencuri perhatian penuh saya, yaitu berita tentang kemarahan menteri BUMN Dahlan Iskan yang membuka paksa gardu tol,
          Berikut sekilas cuplikannya http://us.metro.vivanews.com/news/read/297826-murka-dahlan-picu-bpjt-tegur-jasa-marga
            Sekilas saya lihat pak dahlan Iskan telah murka dengan kejadian itu, atau lebih tepatnya insiden tsb, pasalnya sebuah perusahaan ber plat merah disinyalir telah lalai dalam menjalankan tugasnya, Sungguh saya nilai 100% benar mendukung tindakan yang dilakukan oleh pak Dahlan Iskan tsb, yaitu dengan membuka paksa pintu gardu tol yang belum dibuka saat jam-jam sibuk, (terlihat antrian puluhan mobil disepanjang 2 pintu tol yang terbuka, dan 2 pintu tol lain tertutup)
dan tanpa berpikir panjang saya berani memnyandangkan pak Dahlan sebagai Pemimpin yang mempunyai sifat heroik, berani, tidak permisif dan selalu asertif terhadap kekeliruan/kejanggalan yang dianggap wajar karena sudah menjadi kebiasaan, Sehingga acungan jempol terhadap sifat heroik seperti inilah yang dibutuhkan oleh bangsa ini, 
              Sebelum panjang berpendapat saya ingin mengungkapkan penjabaran sifat heroik ini versi saya, Sifat heroik hanya dimiliki oleh pemimpin yang memiliki integritas tinggi, dan negarawan sejati, a.k.a bukan Politisi, yang salah satu fungsi utamanya adalah melindas sikap ABS (asal bapak Senang) yang telah membudaya di kalangan karyawan/pegawai instansi ber plat merah, Sudah seharusnya kita menggilas sikap ABS tesebut.
tidak bermaksud menghakimi/mendeskriditkan bahwa instansi ber plat merah -lah yang cenderung melakukan demikian, Namun hal tersebut nyata-nyata telah tercium semerbak baunya di masyarakat awam kita dan anehnya sudah dianggap wajar tanpa pengecualian ABS telah membudaya menggerogoti nilai etika dan estetika ke-profesionalitasan pegawai.
         Atas nama pribadi Saya salut dengan tindakan pak dahlan iskan tsb, mari kita tidak terpaku dengan hanya menonton berita itu, Flash back sebentar, mungkin sebagian kita masih teringat dengan berita singkat ini, atau mungkin menghiraukan bibit kebaikan dari tokoh yang mencoba menyemai dalam berita ini, namun berita ini saya anggap paling menarik saat itu di bandingkan dengan berita lainnya, kira-kira sekitar tahun 2008 lalu sifat heroik juga ditunjukkan oleh wakil presiden kenamaan kita yaitu beliau bapak wakil presiden Jusuf kalla ketika menghadiri hari tanam nasional di provinsi Banten, seketika sebelum naik ke mimbar pak JK (lebih akrab dipanggilnya) mematikan AC di sekitar podium tempat pak JK akan berpidato, Seraya menegaskan berkata "Di bukit yang penuh angin ini kenapa pakai AC?". lebih lanjut bisa dibaca di http://news.detik.com/read/2008/12/23/124237/1058283/10/jk-tiba-tiba-matikan-ac-sebelum-sambutan 

          Lagi-lagi saya lanjutkan seraya menegaskan Atas Nama Pribadi saya Mengucapkan TERIMA KASIH Pak Dahlan &a Pak Kalla, Anda telah mengajari kami untuk menggilas sikap ABS,





Salam Pemenang,


Wednesday, March 7, 2012

Wednesday, February 29, 2012

Budaya Permisif





               Permisif adalah pola asuh yang menekankan ekspresi diri dan pengaturan diri sendiri (wikipedia,2012) Pengertian ini dijelaskan lebih lanjut dalam wikipedia sebagai berikut, Permisivisme berasal dari bahasa Inggris, permissive yang berarti serba membolehkan, suka mengizinkan. Sejalan dengan arti katanya, permisivisme merupakan sikap dan pandangan yang membolehkan dan mengizinkan segala-galanya,
           Di bidang etis, permisivisme berarti sikap, pandangan, dan pendirian yang berpendapat bahwa segala cara hidup, perilaku, perbuatan, juga yang melanggar prinsip, norma dan peraturan etis boleh saja dilakukan. Orang hidup baik boleh, jahat juga boleh. Orang berperilaku etis baik silakan, buruk tidak dilarang. Dengan demikian, di mata orang permisivistis yang baik dan yang buruk itu sama saja. Prinsip etis untuk hidup baik atau buruk itu tidak ada.
                Lebih singkat penjelasannya akan saya ceritakan dalam sketsa berikut,
Dikabarkan dalam sebuah rapat yang digelar oleh suatu organisasi pemerintah, mengenai rapat pengadaan barang kantor, dalam rapat tersebut diundanglah beberapa pejabat profesional yang dianggap mampu mewakili keputusan bersama dalam rapat, mulai dari kepala bagian masing-masing unit kerja hingga profesional-profesional yang dimiliki organisasi tersebut, Seketika rapat harus segera dimulai, seperti biasa, masing-masing anggota rapat menggunakan jam dengan ketepatan dan kenyamanan diri, a.k.a jam karet, jam yang lebih fleksible, lebih mentoleransi dan lebih sesuai dengan kehendak diri, tanpa mengindahkan kesepakatan bersama (etis). Sejak lama memang jam ini mulai tumbuh dikalangan instansi tertentu, dan begitu cepatnya jam ini berkembang bak jamur di musim penghujan, tertular pada instansi-instansi lain, yang telah menganggap jam ini sebagai karakter kewajaran dalam membuat jadwal. (hal yang melanggar prinsip, peraturan etis namun Boleh saja dilakukan). konsekuensinya, semua anggota tim yang akan rapat meyakini itu adalah salah orang lain, dan terjadilah saling tuding dalam rapat tersebut, karena ketrlambatan/ketidak tepatan waktu untuk berapat, (permisif 1). kita mencerna singkat ada keganjalan dalam memulai sesuatu,
              Pada sesi inti, seperti biasa seseorang yang merasa berwenang menunjuk diri dalam rapat sebagai pemimpin, meskipun belum ada kesepakan di awal siapa yang memimpin, rapat pun berjalan mula dengan keraguan, tentang rekam jejak pemimpin rapat, namun lambat waktu berjalan semua anggota rapat terpaksa meng-IYA-kan hal itu, walau dalam hati ada kekurang setujuan, dan perasaan itu diizinkan berlangsung oleh hampir seluruh anggota rapat. Selanjutnya masuklah sesi mengambil kesepakatan bersama, dan secara sepontan tanpa mengindahkan tata etika sang pemimpin langsung menggelontorkan keputusannya secara kaku, karena dari awal keluar biasaannya dikira oleh pemimpin telah disetujui oleh anggota rapat, Sehingga muncullah "tanggapan" beberapa anggota rapat yang merasa dibungkam halus hak bicaranya, ada yang merasa tidak mampu berkata "tidak" terhadap suatu kesepakatan yang tidak fair (tidak asertif) dan ada pula yang mengangguk secara terpaksa karena takut mandate nya terancam bila tidak simpati terhadap pimpinan, namun ada juga yang memberontak terang2an mengungkap Ketidak Setujuan dengan Walk Out (WO) sebagai aksi protes kesewenangan sang pemimpin rapat. Rapatpun berlangsung dalam suasana yang kurang stabil, namun sesungguhnya kebanyakan peserta menyutujui apa yang dilakuakan anggota rapat terakhir yang dengan protes kerasnya melakukan WO, namun disisi lain dalam anggota masing2 rapat juga terbesit belenggu untuk bertindak keras, karena merasa terancam mandate-nya akan hilang oleh memo yang mungkin dilancarkan oleh pemimpin rapat jadi2an tersebut, Sehingga keputusan mengizinkan/membolehkan putusan yang kurang "wajar" itu lagi-lagi di IYAkan. (permisif)
              Permisif sudah terbentuk di dalam sitem, namun namanya sistem akan lemah bila tidak dijalankan oleh anggota di dalamnya, meskipun anggota dalam sistem tersebut tergolong masukan baru, bila tetap mengizinkan sistem "kurang wajar" itu berjalan karena latar belakang kekhawatiran "mandate nya terancam dicabut" ya,.. sudahlah,.. sistem "kurang wajar " itu tetap melenggang dan dianggap etis2 saja dalam perjalanannya.
             Mulanya dari sikap mengizinkan dari keputusan rapat yang kurang berkenan dari hati, hingga pada pembolehan terhadap segala hal karena kekhawatiran terncam mandate nya,.







Tuesday, January 3, 2012

Seindah Presepsi yang mengajari

   
   Sore itu, biasa pukul 16.00 wib tepat saya harus sudah segera mempersiapkan diri meninggalkan kantor, pertanda waktu jam kerja telah usai, disekeliling sawah yang saya lewati, tampak berbagai macam aneka ekosistem yang sedang berjalan, burung berkicau menyambut sore tiba, bebek-bebek berlarian menuju kandang dan domba-domba mnegembik, pertanda sudah puas berlarian merumput hari ini, nah itulah rhytme hewan yang disodorkan kepada pendengar (manusia-red) atau apapun disekelilingnya, yang merupakan perpaduan suara menimbulkan harmoni alam suasana matahari mulai menenggelamkan diri,
Seketika itu dengan berjalan menikmati rhytme alam sekitar 3-4 menit saya selakan untuk menelpon istri pujaanku, yang saat ini masih singgah di tepi timur selatan ibu kota (depok-red), entah tidak tahu secara pasti kapan akhir perpisahan berjangka ini usai, namun dalam hati kami "pasti ada secercah harapan untuk bersama" mengindahkan tautan mahligai sebagai suami dan istri yang sejati dalam hidup berumah tangga,
Tak terasa 3-4 menit kulalui dengan "sela"-an, hubungan LDR (long distance Relationship) tibalah saya pada ujung sebuah bangunan yang paling besar diantara radius 300 meter sekitarnya,... YA,.. itulah Mess,... Tempat tinggal peraduan saya "sementara", Sementara menunggu kepastian penjejakan langkah dan sementara menunggu kepastian bersama itu datang adanya, di bangunan ini tidak ada barang yang begitu mahal, seperti barang2 yang ada di wakil rakyat kita (renovasi Toilet 2 M, kursi banggar 24 jt/buah hehehe), hanyalah cukup cooking rice, sleeping pad, kipas angin dan dispenserlah yang menemaniku bersantap malam setiap harinya, KECUALI Weekend (pastinya sudah dengan istri Bro... :p)
Hmmm,.. Terketuk hati melihat pemandangan sekitar mess,  berupa tanaman pangan dan obat2an bestari disekelilingnya, 
   Tiba2 datanglah seorang yang berpakaian ala preman (serang-red) agak garang dan sambil memakai sweeter putih lengan panjang disertai topi ciyet mirip mbah surip (singer of  song "tak gendong kemana2"),  hehehe,.... 
Mr. X   : "maaf pak Ivan, bisa kasbon??"   melihat agak menunduk didepan saya sambil tangan disingkap didepan, 
Saya     : "E,...." (sambil memikir berulang2 kali)   "maksudanya apa pak??"    (balik tanyaku)  
yow maap, lha wong aq iki uwong pendatang jhe,... dadi kena roaming bahasa   
Mr. X   : "Kasbon,... utang?,....  eeee,.... 50 rb aj,...  hehe,...."    
Saya     : gaya Skeptis...(siap2 menganalisa),...
Flash back,   dialah pak Ali Satpam yang lumayan rajin membersihkan mushola (setahuku),Setiap pagi, kira2 pukul 9 pagi pak Ali sudah stand by mengurusi mushola kantor, mulai dari membukakan pintu membersihkan dalam ruangan dan teras, Tak tahu apakah itu pekerjaan yang sesuai TUPOKSI-nya (Tujuan Pokok & Fungsi-red) -istilah TUPOKSI yang sering2 didengungkan untuk mengintruksi staf ber plat merah di salah satu kementerian negara ini- yang jelas selalu saya lihat kesehariannya yang membuat saya bertanya-tanya adalah pekerjaan sampingannya itu (membersihkan Mushola-red), Entah bagaimana sesuai dengan Tupoksinya atau tidak  "lha wong pakaian satpam" mbersihin mushola,... ning yow rapopo lah,..."  SKIP....SKIP....SKIP....

Lanjut>>>
tanpa berpikir panjang langsung ku jawab,.. 
Saya   : "em,.. g punya pak,..." (sambil nada asertif mengelak), kemudian ku lanjutkan 
             "ada klo uang program utk bebek, pak Ali mau?"...
Pak Ali : "we,...eh,.. ya jangan pak,..  klo ada mah,.. ke pak ivan aja,.." (balik mempertegas permintaan sambil pegang 1 bungkus rokok berasal dari kota kretek)   "ghaya temen arek iki, sambate butuh neng tapine sik kemlelet rokokan (logat jatim-red)"
dengan langsung melihat keseluruhan saya menjawab 
Saya    : "Ya itu pak, klo uang program utk bebek ada, mau pak? klo saya mah (ikut2an::: "mah") lg blm ada yang senggang,  (presepsiku langsung berubah seketika)

welah,... saya kira butuh minjam uang benar2 penting,.. ealah lha kOk!! klepas Klepus Rokok pak dhe????  hweheheee,..... yow matur suwun nek kasbon maning yak!!!







dangkal.com

Saat STAGNAN mengepung.


            Stagnan suatu kondisi yang tidak ada tanda-tanda bertumbuh, keadaan diri serasa henyap seketika, saat buah pikir tidak muncul bersemi, dan raga serasa tak berdaya, ya,.. itu yang disebut  STAGNAN versi saya.

Penyebab Stagnan
Stagnan bisa terjadi kapanpun, kepada siapapun, tentunya bisa terjadi juga dimanapun. Stagnan terjadi pada seseorang  tidak mungkin karena tidak ada suatu sebab, karena kita manusia yang diberi kelebihan Tuhan untuk berpikir, kecuali orang yang kosong pikir, Namun secara spesifik kondisi ini dipicu lebih besar  oleh kondisi eksternal yang mempengaruhi kondisi internal kita, dan karena kondisi internal kita tidak mampu untuk menetralkan pengaruh ini




Konsep mikrokosmos (internal) & makrokosmos (eksternal)
Individu adalah mikrokosmos, sedangkan kumpulan dari individu (populasi) adalah makro kosmos, makro & mikro adalah suatu ukuran dan kosmos adalah kumpulan bagian-bagian yang telah membetuk sistem (aktif bekerja pada tujuan tertentu). Secara Dangkal bisa disingkat, Makro kosmos terbentuk  karena adanya perangkat individu didalamnya yang menjalankan peran dan fungsi pada makro kosmos itu, dan menjalankan fungsinya dan perannnya tersistem. Komponen terbentuknya sistem dalam makrokosmos berupa tarikan kondisi eksternal di luar tubuh individu dan kondisi internal di dalam tubuh individu atau bisa kita sebut emosi, dimana emosi ini ada 2 macam, yaitu emosi yang menyenangkan dan emosi yang tidak menyenangkan, Apabila individu memilih dalam salah satu emosi tersebut, maka bisa dikatakan individu yang kurang stabil, namun bila individu itu tidak pada kedua2nya atau tidak salah satunya maka disebut netral atau dalam keadaan stabil, dan Kondisi stagnan merupakan salah satu dalam kondisi netral tersebut, kondisi stagnan ,… tidak melakukan aksi apapaun, dan tidak dalam kondisi puncak emosi, namun cenderung ke posisi turun, dan terbelenggu oleh desakan kondisi eksternal yang cukup kuat, sehingga kondisi internal rapuh dan ikutlah pada situasi yang kurang stabil tersebut.
Pengaruh ini (stagnan-red) bisa juga dari akibat emosi eksternal yang negative terlalu mendominasi situasi lingkungan dimana kita berada, sehingga kondisi mikro  yang menjadi bagian dari suatu sistem makro akan ikut hanyut dan berluruh di dalamnya, entah itu ikut berputar dan mampu bersinergi atau menjadi benda diam yang terpontang panting dalam sistem yang hidup itu, Namun itu hanyalah suatu keadaan  bila sisi mikro (kita) diibaratkan sebagai benda mati, bila kita BUKAN (bukan benda mati / benda hidup yang punya akal, dan mampu mencerna kenetralan atau makna positif dan negative) sebagian dari seluruh kejadian di atas bisa tidak mungkin terjadi, hal ini karena kita mampu bergerak berlawanan dengan sistem yang hidup, dan mampu bertahan atau meluncur keluar, bahkan bisa mensinergikan suatu sistem hidup itu menjadi sistem lain yang lebih bisa memancarkan energi positif, itupun hanya dalam keadaan dan kondisi tertentu, sesuai dengan kuat lemahnya kita dalam sistem tersebut.

Keputusan
Kembali lagi pada keadaan stagnan, keadaan ini bisa terjadi baik, bila suatu pagar sistem yang cenderung tidak toleran(bersifat tertutup) terhadap perubahan (dinamika) dalam dan luar sistem itu, sehingga mengakibatkan sistem cenderung bersifat destruktif, sifat destruktif ini dapat dilihat dari timbulnya stagnanisasi terhadap individu-individu yang berputar dalam sistem hidup itu.
Sungguh destruktif bila lingkaran pagar sisten tertutup rapat dan hanya yang bisa mengendalikan sebuah inti saja.



Salam Bertumbuh,