Wednesday, September 28, 2011

"belajar dari the top of indonesia motivators"

http://www.metrotvnews.com/read/newsprograms/2011/09/25/10181/207/The-Motivators


gede prama

andrie wongso
           Mengutip dari talk show yang dibawakan oleh alvin adam, ada beberapa pelajaran yang patut kita jadikan kisi2 hidup untuk bertindak kedepan dan kaitannya dalam berhubungan baik dengan orang lain, Ada 4 narasumber yang didatangkan dalam talk show ini, yaitu Gede Prama, Andri wongso, tung desem W, dan Hermawan kertajaya. dari keempat narasumber tersebut memiliki gaya masing2 yang tidak bisa ditiru persis dan telah menjadikan brand image bagi pribadinya, Bolehlah kita katakan ada karakter klasik yang membedakan dari keempat2nya, yaitu kuncinya pada "Just Be different" Gede prama dengan gaya lembutnya pengungkapan kata, dibumbui susunan filosofisnya namun masih mampu tercerna oleh masyarakat awam, Andrie wongso dengan keteguhannya pengungkapan kata dan disertai gaya semangat membakar audiencenya dengan jurus mautnya MOTIVATION = Motif & Action, Tung Desem Waringin yang tak hentinya mengeluarkan letupan2 DAHSYATnya yang tak pernah lelah meluncurkan senjata Dahsyatnya kepada audience agar teresonansi, dan yang terakhir adalah gaya santai nan menawan dari hermawan kertajaya, menampilkan jurus 2 marketingnya PDB (Positioning, Differentiation, Brand)
.
hermawan kertajaya
            Tak lepas dari pengamatan kita bersama bahwa ke empat2nya adalah sang motivator top di indonesia, yang sering kali publikasinya mngiang2kan telinga kita, akan sosok pencitraan ideal seorang manusia. Berbagai event2 poteensial yang menyangkut hajat hidup orang banyak pasti ada bersangkut paut dengan hubungan petuah2 yang telah disampaikan oleh keempat motivator tersebut, sebut saja dengan sederhana, ketika kita berbicara masalah marketing pasti tertuju pada gurunya, guru marketing yaitu sang guru marketing "hermawan kertajaya", dan ketika kita mencari keaktualisasian diri dengan melihat percontohan orang miskin yang bisa sukses pastinya kita terbesit satu nama yaitu Andrie Wongso SDTT, TBS, (Sekolah Dasar Tidak Tamat Tapi Bisa Sukses), begitu pula kita tidak melupakan berbagai ungkapan santun dengan pengungkapan humble philosophis dari seorang direktur utama sebuah perusahaan ternama namun memilih mangkir dari gemerlapan, kemegahan dan kemewahan, hanya demi belajar menemukan keabadian diri dalam bentuk jalan "self awarness" yaitu beliau Gede Prama, Selanjutnya yang cukup unik adalah sosok Tung Desem Waringin yang tidak takut utk berbuat beda diantaranya konsep marketing revolutionnya, dan tindakannya menyebarkan uang ratusan juta dari atas kapal terbang.
tung desem waringin
           Kesemuanya adalah contoh sosok sukses yang berani menempuh identitasnya melalui jalan pribadi2 yang dia yakini dan diusahakan dengan sungguh2. dan terlebih jurus yang sama ampuhnya di dengungkan oleh ke-empatnya adalah jurus "Tidak takut untuk menjadi beda karena kita masing2 memiliki jalur sukses menurut DNA kesuksesan kita",



pesannya : don't let you down guys!! & Have a GREAT day!!

Friday, September 23, 2011

"Bermimpilah,…. Tuhan akan memeluk mimpi2 mu" Laskar Pelangi




KNIGHT'S TALE


A man can change his stars. I won't
spend the rest of my life as nothing.
That is nothing. And that's
where glory will take us.
We're peasants. Glory and riches
are beyond our grasp.
But a full stomach?
That dream can come true.
(Sir william thatcher)


Orang bisa mengubah nasibnya. Dan aku
tak mau jadi bukan siapa-siapa seumur hidup.
Itu bukan siapa-siapa. Di sanalah
kemuliaan akan membawa kita.
Kita rakyat jelata. Kemuliaaan dan
kekayaan di luar jangkauan kita.
Tapi perut kenyang?
Mimpi itu bisa terwujud.
(Sir william thatcher)



                Diceritakan seorang anak rakyat jelata sedang melihat parade ksatria bersama ayahnya, seketika itu si anak terkagum oleh gagahnya & semangat para ksatria, lalu berucap “Someday I'll be a knight.” Sahut langsung salah satu penonton “A thatcher's son? A knight?” (dengan ungkapan penolakan)
Si ayah (thacher-red) menguatkan impian anaknya “You might as well try to change the stars.
Tanya si anak utk meyakinkan jawaban “Can it be done, Father?, Can a man change the stars?”
Sambung si ayah “Yes, William, If he believes enough, a man can do anything.”
Seketika itu si Ayah yang bijak memutar otak utk masa depan anaknya, sehingga si ayah memutuskan untuk menitipkan anaknya kepada ksatria yang dipercaya, yang bisa mengantarkan anaknya memeluk mimpinya.
“Well, come on. Say goodbye to your father” ucap ksatria,
Dari jauh seraya berpamitan si ayah berkata “He's a real knight, William. Watch and learn all you can. It's all I can do for you, son.  Now go change your stars and live a better life than I have
*si anak : “-Father? I'm afraid.” 
*Ayah : “Of what?”
*si Anak  : “I won't know the way home.”
*Ayah : “Don't be foolish, William. You just follow your feet.”
Seketika si anak langsung diam dan terhenyap dalam bunga impiannya, karena tak kuasa menyaksikan Perpisahan dengan Ayahnya.

Beberapa tahun kemudian muncullah Ksatria baru, "Sir william thatcher", seorang ksatria yang telah melegenda, memenangkan berbagai turnamen dan dialah si anak rakyat jelata itu.



Pesannya : MARI WUJUDKAN MIMPI KITA GAN!!!

nie klo mau lihat trailernya gan.... :



Wednesday, September 21, 2011

"Klasifikasi Nutrien melalui analisis"









"pembelajaran di kantor??"


*Pembelajaran di kantor Senioritas tulen atau pembelajaran orang dewasa??*
                “Tuntutlah ilmu hingga ke negeri cina” sabda nabi Muhammad SAW, tidak terasa sabda ini sudah seharusnya makin tumbuh dan tidak semakin menyurut termakan jaman, perubahan jaman memang pasti akan terus bergulir, kemajuan semakin bertambah, dahulu yang dianggap maju sekarang dianggap menjadi jadul (kuno) sebagai contoh yang sangat erat dengan kehidupan kita, semisal "pager", yang saat ini digantikan kecanggihan lebihnya oleh HP.
Tidak berbeda pula pemahaman manusia akan pentingnya aktualisasi diri, kemampuan untuk memegang kendali dirinya di fase2 hidupnya, pembelajarannya sungguh terpengaruhi oleh input lingkungan dan potensi dalam diri, memang sudah menjadi karakteristik bagi manusia modern untuk bisa mewujudkan pemegangan kendali terhadap diri sebagai upaya aktualisasi diri, namun dengan adanya variable lingkungan yang kurang mendukung bagi pengembangannya (aktualisasi diri) maka layaklah pengembangan tsb akan tersendat. Jika kita tilik dalam perilaku orgnisasi bisa kita jabarkan bahwa pembelajaran disana adalah pembelajaran senioritas kuno, ambil contoh saja proses pembelajaran di organisasi pemerintah yang cenderung terlalu birokratis top-down, kurang adanya pembelajaran partisipatif, dilain cara bisa kita sebut pembelajaran cara orang dewasa, yang sudah ampuh teruji lebih menghargai martabat individu dan bersifat memotivasi didukung mewujudkan suasana yang nyaman sebagai tempat pembelajaran (joyfull learning).






Hasil Explorasi ttg peran kecerdasan emosi dalam kepemimpinan oleh Daniel Goleman et al menyimpulkan‎"Emosi Pemimpin itu menular ke seluruh organisasi, Bila seorang pemimpin memancarkan energi dan antusiasme, kinerja organisasi/perusahaan akan meningkat ; Jika seorang pemimpin memancarkan negativitas dan ketidaknyamanan, kinerja organisasi/perusahaan akan merosot"  


Saturday, September 17, 2011

"Walimatul Urs'y Ivan & Septi" lagu Maher zain - barokalloh

agan2 video yang di atas kenak gini nie ("barokalloh maher zain ..."
This video is no longer available due to a copyright claim by Awakening Worldwide LTD."

hehehe,... jd ane pindah di bawah nie yow,.....





ato agan2 bisa donlot disini 

thanks  ^^v


Friday, September 9, 2011

"Hidup di Rezim Idealis"


Serang, 6 september 2011

Hidup di Rezim idealis
Saat kualitas dibutuhkan dalam kemajuan, saat keinginan maju mencuat, saat kemauan mulai hangat, saat – saat inilah yang diidamkan oleh setiap insan (manusia) dimana kala ini adalah moment yang pas,.. utk beraktualisasi diri,.. untuk membuktikan penegakan konsep diri,..
Namun apa daya saat itu pula sang insan terjerembab dalam rezim idealis,. Rezim dengan kepemimpinan yang sangat minim dari teori kesosialan,.. dan lebih mengandalkan analisa diri dan pemaksaan kehendaknya terhadap bawahannya,.. ya,… inilah yang kusebut rezim para idealis,.. segalanya bertindak berdasar kemauan buah fikir seorang semata, dg tidak terlalu mengindahkan etika dan estetika hukum2 sosial yang bercokol di ranah itu,

Catatan kaki berbisik : penulis yang hidup di rezim para idealis, bukan para pemimpin sehingga menerapkan managemen oraganisasi yang serba sempit dari penelaahan masyarakat awam dimana sebagai motor penggerak roda organisasinya, sering kali komunikasai top down selalu ambigu dan terkesan terputus menyisakan jeda antar top dan down. Perkembangan organisasi dalam kedepannya terlihat dari luar dapat memenuhi targetan2 yang diinginkan dari sang pemimpin rezim, namun dalam hubungan nya dg anggota internal organisasi terkesan kaku dan anggota terlihat dikebiri oleh sosok rezim penguasa yang memimpin, keadaan tampak ramah dan dinamis ketika sang penguasa absen dari aktivitas harian organisasi, dan masyarakat dlm organisasi tampak damai berinteraksi,.bahkan lebih luwes mengajukan diri utk berekspresi,.. keadaan itu berbalik ketika sang penguasa rezim memegang kendali organisasi, semua kehidupan organisasi tidak lepas dari amatan sang penguasa organisasi, aturan2 normal dalam kesewajaran pakem kebiasaan angota dalam organisasi telah di bakukan oleh kekakuan perintah dari sang penguasa rezim.

“hidup di pengasingan Serang”
Aku hidup dalam keadaan hening