Tuesday, January 3, 2012

Seindah Presepsi yang mengajari

   
   Sore itu, biasa pukul 16.00 wib tepat saya harus sudah segera mempersiapkan diri meninggalkan kantor, pertanda waktu jam kerja telah usai, disekeliling sawah yang saya lewati, tampak berbagai macam aneka ekosistem yang sedang berjalan, burung berkicau menyambut sore tiba, bebek-bebek berlarian menuju kandang dan domba-domba mnegembik, pertanda sudah puas berlarian merumput hari ini, nah itulah rhytme hewan yang disodorkan kepada pendengar (manusia-red) atau apapun disekelilingnya, yang merupakan perpaduan suara menimbulkan harmoni alam suasana matahari mulai menenggelamkan diri,
Seketika itu dengan berjalan menikmati rhytme alam sekitar 3-4 menit saya selakan untuk menelpon istri pujaanku, yang saat ini masih singgah di tepi timur selatan ibu kota (depok-red), entah tidak tahu secara pasti kapan akhir perpisahan berjangka ini usai, namun dalam hati kami "pasti ada secercah harapan untuk bersama" mengindahkan tautan mahligai sebagai suami dan istri yang sejati dalam hidup berumah tangga,
Tak terasa 3-4 menit kulalui dengan "sela"-an, hubungan LDR (long distance Relationship) tibalah saya pada ujung sebuah bangunan yang paling besar diantara radius 300 meter sekitarnya,... YA,.. itulah Mess,... Tempat tinggal peraduan saya "sementara", Sementara menunggu kepastian penjejakan langkah dan sementara menunggu kepastian bersama itu datang adanya, di bangunan ini tidak ada barang yang begitu mahal, seperti barang2 yang ada di wakil rakyat kita (renovasi Toilet 2 M, kursi banggar 24 jt/buah hehehe), hanyalah cukup cooking rice, sleeping pad, kipas angin dan dispenserlah yang menemaniku bersantap malam setiap harinya, KECUALI Weekend (pastinya sudah dengan istri Bro... :p)
Hmmm,.. Terketuk hati melihat pemandangan sekitar mess,  berupa tanaman pangan dan obat2an bestari disekelilingnya, 
   Tiba2 datanglah seorang yang berpakaian ala preman (serang-red) agak garang dan sambil memakai sweeter putih lengan panjang disertai topi ciyet mirip mbah surip (singer of  song "tak gendong kemana2"),  hehehe,.... 
Mr. X   : "maaf pak Ivan, bisa kasbon??"   melihat agak menunduk didepan saya sambil tangan disingkap didepan, 
Saya     : "E,...." (sambil memikir berulang2 kali)   "maksudanya apa pak??"    (balik tanyaku)  
yow maap, lha wong aq iki uwong pendatang jhe,... dadi kena roaming bahasa   
Mr. X   : "Kasbon,... utang?,....  eeee,.... 50 rb aj,...  hehe,...."    
Saya     : gaya Skeptis...(siap2 menganalisa),...
Flash back,   dialah pak Ali Satpam yang lumayan rajin membersihkan mushola (setahuku),Setiap pagi, kira2 pukul 9 pagi pak Ali sudah stand by mengurusi mushola kantor, mulai dari membukakan pintu membersihkan dalam ruangan dan teras, Tak tahu apakah itu pekerjaan yang sesuai TUPOKSI-nya (Tujuan Pokok & Fungsi-red) -istilah TUPOKSI yang sering2 didengungkan untuk mengintruksi staf ber plat merah di salah satu kementerian negara ini- yang jelas selalu saya lihat kesehariannya yang membuat saya bertanya-tanya adalah pekerjaan sampingannya itu (membersihkan Mushola-red), Entah bagaimana sesuai dengan Tupoksinya atau tidak  "lha wong pakaian satpam" mbersihin mushola,... ning yow rapopo lah,..."  SKIP....SKIP....SKIP....

Lanjut>>>
tanpa berpikir panjang langsung ku jawab,.. 
Saya   : "em,.. g punya pak,..." (sambil nada asertif mengelak), kemudian ku lanjutkan 
             "ada klo uang program utk bebek, pak Ali mau?"...
Pak Ali : "we,...eh,.. ya jangan pak,..  klo ada mah,.. ke pak ivan aja,.." (balik mempertegas permintaan sambil pegang 1 bungkus rokok berasal dari kota kretek)   "ghaya temen arek iki, sambate butuh neng tapine sik kemlelet rokokan (logat jatim-red)"
dengan langsung melihat keseluruhan saya menjawab 
Saya    : "Ya itu pak, klo uang program utk bebek ada, mau pak? klo saya mah (ikut2an::: "mah") lg blm ada yang senggang,  (presepsiku langsung berubah seketika)

welah,... saya kira butuh minjam uang benar2 penting,.. ealah lha kOk!! klepas Klepus Rokok pak dhe????  hweheheee,..... yow matur suwun nek kasbon maning yak!!!







dangkal.com

Saat STAGNAN mengepung.


            Stagnan suatu kondisi yang tidak ada tanda-tanda bertumbuh, keadaan diri serasa henyap seketika, saat buah pikir tidak muncul bersemi, dan raga serasa tak berdaya, ya,.. itu yang disebut  STAGNAN versi saya.

Penyebab Stagnan
Stagnan bisa terjadi kapanpun, kepada siapapun, tentunya bisa terjadi juga dimanapun. Stagnan terjadi pada seseorang  tidak mungkin karena tidak ada suatu sebab, karena kita manusia yang diberi kelebihan Tuhan untuk berpikir, kecuali orang yang kosong pikir, Namun secara spesifik kondisi ini dipicu lebih besar  oleh kondisi eksternal yang mempengaruhi kondisi internal kita, dan karena kondisi internal kita tidak mampu untuk menetralkan pengaruh ini




Konsep mikrokosmos (internal) & makrokosmos (eksternal)
Individu adalah mikrokosmos, sedangkan kumpulan dari individu (populasi) adalah makro kosmos, makro & mikro adalah suatu ukuran dan kosmos adalah kumpulan bagian-bagian yang telah membetuk sistem (aktif bekerja pada tujuan tertentu). Secara Dangkal bisa disingkat, Makro kosmos terbentuk  karena adanya perangkat individu didalamnya yang menjalankan peran dan fungsi pada makro kosmos itu, dan menjalankan fungsinya dan perannnya tersistem. Komponen terbentuknya sistem dalam makrokosmos berupa tarikan kondisi eksternal di luar tubuh individu dan kondisi internal di dalam tubuh individu atau bisa kita sebut emosi, dimana emosi ini ada 2 macam, yaitu emosi yang menyenangkan dan emosi yang tidak menyenangkan, Apabila individu memilih dalam salah satu emosi tersebut, maka bisa dikatakan individu yang kurang stabil, namun bila individu itu tidak pada kedua2nya atau tidak salah satunya maka disebut netral atau dalam keadaan stabil, dan Kondisi stagnan merupakan salah satu dalam kondisi netral tersebut, kondisi stagnan ,… tidak melakukan aksi apapaun, dan tidak dalam kondisi puncak emosi, namun cenderung ke posisi turun, dan terbelenggu oleh desakan kondisi eksternal yang cukup kuat, sehingga kondisi internal rapuh dan ikutlah pada situasi yang kurang stabil tersebut.
Pengaruh ini (stagnan-red) bisa juga dari akibat emosi eksternal yang negative terlalu mendominasi situasi lingkungan dimana kita berada, sehingga kondisi mikro  yang menjadi bagian dari suatu sistem makro akan ikut hanyut dan berluruh di dalamnya, entah itu ikut berputar dan mampu bersinergi atau menjadi benda diam yang terpontang panting dalam sistem yang hidup itu, Namun itu hanyalah suatu keadaan  bila sisi mikro (kita) diibaratkan sebagai benda mati, bila kita BUKAN (bukan benda mati / benda hidup yang punya akal, dan mampu mencerna kenetralan atau makna positif dan negative) sebagian dari seluruh kejadian di atas bisa tidak mungkin terjadi, hal ini karena kita mampu bergerak berlawanan dengan sistem yang hidup, dan mampu bertahan atau meluncur keluar, bahkan bisa mensinergikan suatu sistem hidup itu menjadi sistem lain yang lebih bisa memancarkan energi positif, itupun hanya dalam keadaan dan kondisi tertentu, sesuai dengan kuat lemahnya kita dalam sistem tersebut.

Keputusan
Kembali lagi pada keadaan stagnan, keadaan ini bisa terjadi baik, bila suatu pagar sistem yang cenderung tidak toleran(bersifat tertutup) terhadap perubahan (dinamika) dalam dan luar sistem itu, sehingga mengakibatkan sistem cenderung bersifat destruktif, sifat destruktif ini dapat dilihat dari timbulnya stagnanisasi terhadap individu-individu yang berputar dalam sistem hidup itu.
Sungguh destruktif bila lingkaran pagar sisten tertutup rapat dan hanya yang bisa mengendalikan sebuah inti saja.



Salam Bertumbuh,