Monday, May 23, 2011

"7 Pegangan Hidup dalam Menghadapi Realitas Kehidupan"

IHTISAR,


Rawe-rawe rantas malang-malang putung.
mari kita berkeja keras, kita pasti beruntung

Salam Hangat,
Ivan MM


=============================================================

Dikutip dari Buku Dzikir karangan DR. Miftah Faridl, Bab 2.

1. Setiap muslim hendaknya YAKIN akan KEAGUNGAN, KEBESARAN, KEADILAN DAN KASIH SAYANG ALLAH SWT. Mereka TIDAK BOLEH BERPUTUS ASA UNTUK MERAIH RAHMAT DAN KASIH SAYANG-NYA itu. Allah SWT Maha Kuasa untuk berbuat apa saja yang dikehendaki-Nya, tapi Allah juga Maha Adil untuk memberikan balasan dan imbalan atas segala perbuatan kebajikan yang dilakukan oleh hamba-hamba-Nya, dan Allah pun Maha Kasih dan Maha Sayang kepada hamba-hamba-Nya yang senantiasa mengharapkan kasih sayang-Nya. Allah Maha Kasih dan Maha Sayang, dan Kasih Sayang Allah kepada hamba-hamba-Nya mengatasi segala sifat-sifat-Nya yang lain.

2. Setiap muslim hendaknya YAKIN bahwa BESERTA KESULITAN SELALU ADA KEMUDAHAN, SEPANJANG MANUSIA BERUSAHA DENGAN SUNGGUH-SUNGGUH UNTUK MENDAPATKANNYA. Tidak ada penderitaan yang abadi sepanjang kehidupan manusia di dunia ini.

"Karena sesungguhnya sesudah kesulitan itu selalu ada kemudahan. Maka apabila kamu selesai (dari sesuatu urusan termasuk memperoleh penderitaan), maka berdiri tegaklah kamu untuk melaksanakan (urusan) yang lain dan pada Tuhan-mu hendaklah kamu mengharap balasannya."

(Q.S Al Insyirah, 94 : 5-8)

3. Apa-apa yang terjadi pada diri seseorang TIDAK LEPAS DARI QADHA DAN QADAR ALLAH SWT YANG SEKALIGUS SEBAGAI AKIBAT DARI AMAL DAN USAHA DIRINYA.

Kesuksesan adalah karena Kasih Sayang Allah SWT kepada seseorang dan sekaligus sebagai imbalan atas kebaikannya.
Adapula kesuksesan yang justru sebagai akibat dari kemarahan Tuhan kepada seseorang, dan Tuhan mengancam akan menyiksanya.
Demikian juga kegagalan, penderitaan dan kepahitan hidup tidak lepas dari Qadha dan Qadar Allah SWT yang mungkin sebagai balasan atas kealpaan dan kesalahan orang yang mengalaminya. Sehingga dia harus selalu berusaha bertaubat, memperbaiki diri, belajar dari kealpaan dan kesalahan yang telah diperbuatnya di masa lalu.

4. KEGAGALAN DAN KESUKSESAN, KEPAHITAN DAN KEMANISAN hidup adalah BAGIAN DARI UJIAN KEHIDUPAN. Orang yang SYUKUR ATAS NIKMAT yang diberikan ALLAH SWT adalah mereka yang KUAT IMANNYA, LULUS UJIAN HIDUPNYA, DAN MEREKA AKAN MEMPEROLEH TAMBAHAN NIKMAT DARI-NYA. Orang yang sabar atas musibah, derita dan kesulitan adalah orang yang kuat imannya, lulus dalam ujian hidupnya dan akan dihapuskan dosa dan kesalahannya.

5. Setiap muslim HARUS MENYADARI AKAN KELEMAHAN DIRINYA, KETERBATASAN ILMU PENGETAHUANNYA. Sehingga dia harus selalu melibatkan Allah dalam setiap keputusan hidupnya, yaitu dengan cara berdoa, berzikir, mengikuti majelis ta'lim, membaca Al Qur'an dan Sunnah. Manusia sering mengambil sesuatu keputusan yang merugikan dirinya, atau tidak mengambil satu keputusan yang akan menguntungkannya. Kadang2 manusia mencintai sesuatu padahal itulah yang akan mencelakakannya. Kadang2 mereka membenci sesuatu yang justru dapat membahagiakannya. Demikian diisyaratkan oleh Allah SWT dalam Al Qur'an.

6. Tidak sedikit orang MEMPEROLEH KESUKSESAN HIDUP justru SETELAH DIA MEMPEROLEH SEJUMLAH KEPAHITAN HIDUP. Banyak pula orang yang mendapatkan sejumlah penderitaan sebagai akibat dari kegembiraan dan kenikmatan.

ADA ORANG YANG UNTUNG KARENA MUSIBAH.
DAN ADA ORANG YANG RUGI KARENA SUKSES.

Musibah dan derita yang sering menimpa seseorang ternyata mengandung hikmah pelajaran dan keberuntungan.
Tidak salah kalau ada satu nasehat : "BAHWA DALAM SETIAP KEJADIAN SENANTIASA TERDAPAT HIKMAH PELAJARAN YANG DAPAT DIMANFAATKAN".

BUKANLAH sesuatu yang MUSTAHIL apabila KEGAGALAN DAN KEPAHITAN HIDUP yang menimpa pada seseorang JUSTRU MERUPAKAN PROSES AWAL UNTUK MEMPEROLEH KESUKSESAN DAN KEMENANGAN.

7. Kehidupan DUNIAWI itu sering DIHIASI OLEH KEPALSUAN DAN PERMAINAN.
Orang yang JUJUR TERKUBUR, orang yang JAHAT MALAH NAIK PANGKAT.
Orang yang SABAR TERKAPAR, dan orang yang BERDOSA malah DAPAT BINTANG JASA.

KEADILAN YANG SUNGGUH-SUNGGUH HANYA DAPAT DIRASAKAN DALAM KEHIDUPAN DI AKHIRAT KELAK.
APA-APA YANG DILAKUKAN OLEH SESEORANG DI DUNIA SEKARANG TIDAK AKAN LEPAS DARI PENGAWASAN, PENCATATAN, DAN PERHITUNGAN DI MASA YANG AKAN DATANG (AKHIRAT).

WALLAHU'ALAM BISHAWAB


(*_*)V

No comments:

Post a Comment