Tuesday, May 24, 2011

"LoA Vs LoU anda memilih mana?? ^^"

Law of Attraction yang sering kita kenal hukum ketertarikan yang melibatkan alam semesta.

dimana diri kita sebagai mikrokosmos dan apa yang berada di sekitar kita adalah makrokosmos yang saling tarik-menarik melengkapi jalannya kehidupan kita, hukum alam ini bekerja dg cara saling melengkapi, sama halnya cara kerja hukum karma, "Apa yg kita tanam akan kita panen"

sedini ini LoA diketahui menafikan keberadaan Tuhan.... Apakah hal tersebut benar?? mari kita simak ulasan berikut ini.

Semoga Bermanfaat,

Salam Hangat,

Ivan MM

we are SPECIAL!!

===========================================

Pertarungan" antara LoA dan LoU

LoA, atau Law of Attraction, atau Hukum Ketertarikan, adalah sebuah prinsip yang berlaku di alam semesta. Prinsip ini menyatakan bahwa apapun yang terjadi di sekitar kita adalah akibat dari apapun yang pernah dan sedang kita pikirkan dan kita rasakan. Semakin fokus kita terhadap suatu kejadian atau benda, maka semakin terjadilah apa yang kita fokuskan tersebut.

Namun demikian, tidak semua yang Anda fokuskan akan menjadi milik Anda, kecuali Anda telah memenuhi syarat-syaratnya, alias ada teknik-tekniknya. Tekniknya adalah, apapun yang Anda fokuskan, maka titik berikutnya adalah, Anda harus berhasil terbebas dari keterikatan ego akan “produk” yang Anda fokuskan tersebut, alias Anda berhasil tetap “plong” bahagia walau Anda paham bahwa Anda masih belum memiliki produk tersebut. Jika Anda melakukan hal itu maka Anda akan mendapatkan apa yang Anda fokuskan.

Berikut ini adalah contoh prosedur dari konsep LoA.

Jika Anda menginginkan HP merek X, maka fokuskan pikiran dan perasaan Anda kepada HP merek X tersebut, bayangkanlah Anda sedang menggunakannya, bayangkanlah rasa bahagia yang hadir ketika Anda sedang menggunakan HP merek X tersebut, lalu lepaskanlah kehendak Anda akan keinginan Anda untuk memiliki HP X tersebut. Atau, dengan kata lain hadirkanlah perasaan Plong bahwa Anda tetap merasa bahagia, baik Anda memiliki HP merek X tersebut ataukah Anda tidak memilikinya.

Dan jika Anda berhasil mengeplongkan diri Anda dari keberadaan HP merek X tersebut, maka HP merek X tersebut akan tertarik dalam kehidupan Anda, dan berikutnya ia akan menjadi milik Anda. Hal ini terjadi, karena sesuatu yang terlihat (fisik) berawal dari sesuatu yang tak terlihat (metafisik). Fisiknya adalah HP merek X, sedangkan Metafisiknya adalah “Perasaan bahagia memiliki HP merek X”. Dengan demikian, sebelum secara fisik HP X itu hadir, maka harus dihadirkan terlebih dahulu secara metafisiknya. Begitulah kira-kira prinsip dari LoA, Law of Attraction. Dahsyat bukan?

Nah, so, lalu, apa yang kurang pas dari prinsip LoA ini?

Baik saya akan coba jelaskan sedikit. Secara PROSEDUR tidak ada yang salah, tapi secara PRINSIP bisa sangat salah, dan bisa menjerumuskan pelakunya ke dalam perilaku syirik. Sama dengan jika Anda sakit kepala, lalu Anda makan obat PARATEX misalnya, lalu Anda sembuh. Maka, secara PROSEDUR tidak ada yang salah dengan apa yang Anda lakukan, tapi secara PRINSIP, jika Anda memiliki keyakinan bahwa PARATEX ini telah menyembuhkan sakit kepala Anda, maka hal itu dekat dengan perbuatan syirik.

Itu baru kasus pada Paratex, yang mana Paratex itu adalah benda yang terlihat, sedangkan LoA itu benda yang Ghoib. Maka Anda bisa bayangkan betapa rentannya seorang pelaku LoA untuk menjadi syirik, walaupun tidak selalu demikian. Terlebih lagi pada prakteknya, dikesungguhannya, dalam konsep LoA yang asli, tidak perlu menghadirkan TUHAN agar konsep LoA ini bekerja. Bagi pengonsepnya, LoA adalah hubungan harmonis antara Manusia dengan Alam Semesta, bukan antara Manusia dengan Tuhannya Alam Semesta.

Dan akhirnya, tidak sedikit pelaku LoA, yang padahal Muslim, ia tidak lagi Sholat, ia tidak lagi ta’at terhadap syariat, sebab tanpa Sholat pun ia sudah bisa hidup dengan tenang bahagia, dan mendapatkan keberlimpahan di dunia ini. Begitulah, efek psikologis yang bisa timbul dari menggunakan LoA ini secara istiqomah. Ya, jika Anda SELALU SUKSES menggunakan LoA dalam hidup Anda, maka pikiran bawah sadar Anda akan berpeluang mengatakan “Wah, ternyata tanpa campur tangan Tuhan, saya bisa sukses. Yang penting adalah kekuatan pikiran dan kekuatan perasaan.”

Nah, berikutnya, yang menjadi tidak pas adalah ketika beberapa orang di Indonesia menyamakan konsep LoA ini dengan konsep KEIKHLASAN. Secara prosedur memang mirip, tapi secara prinsip JAUH BERBEDA. Silakan baca tulisan saya tentang “Ikhlas yang Tidak Ikhlas” di http://cahaya-semesta.com/.

Akhirnya, berdasarkan keresahan yang saya rasakan, saya coba mencari-cari, apa sih sebenarnya Konsep yang lebih hakiki dari LoA, sebuah konsep kesuksesan yang tidak berpotensi kepada perilaku syirik. Hmm.. akhirnya saya temukan sebuah konsep klasik yang ada di dalam Al-Quran, yang saya rumuskan dengan istilah LoU, yaitu Law of Unpredictable, atau Hukum Tak Terduga.

Sebelumnya, mari kita simak Firman ALLAH dalam Q.S. 65 : 2-3. “Barangsiapa bertakwa kepada Allah niscaya Dia akan mengadakan baginya jalan keluar (solusi), dan memberinya rezki dari arah yang tidak diduganya. Dan Barangsiapa yang bertawakkal kepada Allah niscaya Allah akan mencukupkan (keperluan)nya. Sesungguhnya Allah melaksanakan urusan yang (dikehendaki)Nya. Sesungguhnya Allah telah Mengadakan ketentuan bagi tiap-tiap sesuatu.”

So, bagi orang yang bertaqwa yang dominan berlaku adalah LoU bukan LoA. Walaupun tentu saja LoA pun bisa juga berlaku bagi orang-orang yang bertaqwa, tapi tidak secara terus menerus. Ayat di atas jelas sekali menyampaikan bahwa jika Anda bertaqwa pasti Anda akan diberikan solusi-solusi untuk kehidupan Anda, dan Anda akan diberikanNya rizki dari arah yang tak terduga. Inilah yang saya maksud dengan konsep LoU, Law of Unpredictable, Hukum Tak Terduga.

Misalkan, Anda menginginkan yang itu, eh malah Anda diberikan olehNya yang ini, tapi mungkin juga Anda mendapatkan yang itu sesuai dengan keinginan Anda. Yup, artinya Allah paham betul apa yang terbaik untuk Anda. Bahkan ketika suatu saat Anda tidak menginginkan ABC misalnya, tapi Allah bisa saja secara tiba-tiba menghadirkan ABC itu dalam kehidupan Anda. Padahal Anda tidak pernah memikirkannya dan tidak pernah pula merasakannya. Subhanallah, sungguh tak terduga.

Berikut adalah contoh pemberlakuan prosedur dari LoU.

Jika Anda menginginkan HP merek X, maka ingatlah Allah dimana pun Anda berada, dan yakinilah bahwa segala sesuatu itu bukanlah milik Anda, sebab semua adalah milik Allah semata. Lalu Anda berdoa kepada Allah, “Ya Allah, sekiranya HP X ini baik untukku dan baik pula untuk agamaku, maka berikanlah kemudahan kepadaku untuk mendapatkannya, tapi jika tidak, maka aku berserah penuh kepadaMu agar engkau memberikan yang terbaik untukku dan untuk agamaku”.

Lalu tenangkanlah diri Anda, dan bersikap IKHLASLAH. Tidak peduli apakah Anda memiliki HP itu ataupun tidak, maka Anda tetap berbahagia bersama ALLAH SWT. Lalu jalani hidup Anda seperti biasa, sebaik mungkin, ahsanu amalan, dan tetaplah beribadah dengan khusyu padaNya, tanpa terus membayang-bayangkan HP merek X itu.

Dan jika beberapa saat setelah itu, Allah memberikan apa yang Anda minta, yakni HP X tersebut, maka bersyukurlah, tapi don’t be extreme. Kata anak muda sekarang, “ga perlu lebay” dengan mengatakan , “waw..dahsyat.. akhirnya HP ini kumiliki juga... makasih ya Allah..makasih....”. Coba perhatikan emosi Anda ketika Anda extrim seperti itu, yang mana walaupun Anda mengatakan “terimakasih ya Allah”, tapi Allah sangat paham, hati Anda sesungguhnya sedang bahagia karena HP X itu atau karena kasih sayangNya.... dan itu hanya Anda dan Allah yang mengetahui.

Tapi, jika ternyata Allah menghadirkan HP merek Y yang mutunya dibawah HP X, maka tetaplah berbahagia. Sebab Anda yakin Allah pasti tengah memberikan yang terbaik untuk Anda. Begitupun jika Allah menghadirkan HP merek W yang mana justru kualitasnya jauh di atas HP merek X, maka tetaplah berbahagia sewajarnya, tidak perlu berlebihan. Sebab sekali lagi, kebahagiaan Anda bukanlah karena hadir atau tidak hadirnya HP X itu, tapi karena Hadirnya Allah di dalam hati Anda...

“... Boleh Jadi kamu membenci sesuatu, padahal ia sangat baik bagimu, dan boleh jadi (pula) kamu menyukai sesuatu, padahal ia sangat buruk bagimu; Allah mengetahui, sedang kamu tidak mengetahui. (Q.S. 2 : 216).

Ya, begitulah kira-kira prinsip dari LoU... yang cukup berbeda dengan LoA. Konsep LoA bisa digunakan oleh siapa saja, sedangkan konsep LoU hanya bisa digunakan oleh orang-orang yang bertuhan kepada Tuhan yang benar...Dan akhirnya, Anda pun boleh memilih mana konsep yang lebih Anda sukai, LoA atau LoU?

“Maka tatkala mereka melupakan PERINGATAN yang telah diberikan kepada mereka, Kami pun memBUKAkan semua pintu-pintu KESENANGAN untuk mereka; sehingga apabila mereka bergembira dengan apa yang telah diberikan kepada mereka, Kami siksa mereka dengan sekonyong-konyong. Maka ketika itu mereka terdiam berputus asa. (Q.S. Al-An’am 44)”

Sumber : kang zen

"Gerakan YOGA dalam sholat... perlu dipraktikkan.... ^^"

Subahanalloh.. Ternyata gerakan sholat yang kita lakukan mengandung banyak manfaat.
nah, ini adalah salah satu manfaat gerakan sholat ditinjau dari YOGA.
Semoga bermanfaat... ^^


Salam Hangat,
Ivan MM
we are SPECIAL!!
========================================

Yoga Dalam Gerakan sholat



sholatTakbiratul Ihram

Postur: berdiri tegak, mengangkat kedua tangan sejajar telinga, lalu melipatnya di depan perut atau dada bagian bawah.

>> Manfaat: Gerakan ini melancarkan aliran darah, getah bening (limfe) dan kekuatan otot lengan. Posisi jantung di bawah otak memungkinkan darah mengalir lancar ke seluruh tubuh. Saat mengangkat kedua tangan, otot bahu meregang sehingga aliran darah kaya oksigen menjadi lancar. Kemudian kedua tangan didekapkan di depan perut atau dada bagian bawah. Sikap ini menghindarkan dari berbagai gangguan persendian, khususnya pada tubuh bagian atas.

Rukuk

Postur: Rukuk yang sempurna ditandai tulang belakang yang lurus sehingga bila diletakkan segelas air di atas punggung tersebut tak akan tumpah. Posisi kepala lurus dengan tulang belakang.

>> Manfaat: Postur ini menjaga kesempurnaan posisi dan fungsi tulang belakang (corpus vertebrae) sebagai penyangga tubuh dan pusat syaraf. Posisi jantung sejajar dengan otak, maka aliran darah maksimal pada tubuh bagian tengah. Tangan yang bertumpu di lutut berfungsi relaksasi bagi otot-otot bahu hingga ke bawah. Selain itu, rukuk adalah latihan kemih untuk mencegah gangguan prostat.

I’tidal

Postur: Bangun dari rukuk, tubuh kembali tegak setelah, mengangkat kedua tangan setinggi telinga.

>> Manfaat: I’tidal adalah variasi postur setelah rukuk dan sebelum sujud. Gerak berdiri bungkuk berdiri sujud merupakan latihan pencernaan yang baik. Organ organ pencernaan di dalam perut mengalami pemijatan dan pelonggaran secara bergantian. Efeknya, pencernaan menjadi lebih lancar.

Sujud

Postur: Menungging dengan meletakkan kedua tangan, lutut, ujung kaki, dan dahi pada lantai.

>> Manfaat: Aliran getah bening dipompa ke bagian leher dan ketiak. Posisi jantung di atas otak menyebabkan darah kaya oksigen bisa mengalir maksimal ke otak. Aliran ini berpengaruh pada daya pikir seseorang. Karena itu, lakukan sujud dengan tuma’ninah, jangan tergesa gesa agar darah mencukupi kapasitasnya di otak. Postur ini juga menghindarkan gangguan wasir. Khusus bagi wanita, baik rukuk maupun sujud memiliki manfaat luar biasa bagi kesuburan dan kesehatan organ kewanitaan.

Duduk

Postur: Duduk ada dua macam, yaitu iftirosy (tahiyyat awal) dan tawarruk (tahiyyat akhir). Perbedaan terletak pada posisi telapak kaki.

>> Manfaat: Saat iftirosy, kita bertumpu pada pangkal paha yang terhubung dengan syaraf nervus Ischiadius. Posisi ini menghindarkan nyeri pada pangkal paha yang sering menyebabkan penderitanya tak mampu berjalan. Duduk tawarruk sangat baik bagi pria sebab tumit menekan aliran kandung kemih (urethra), kelenjar kelamin pria (prostata) dan saluran vas deferens. Jika dilakukan. dengan benar, postur irfi mencegah impotensi. Variasi posisi telapak kaki pada iffirosy dan tawarruk menyebabkan seluruh otot tungkai turut meregang dan kemudian relaks kembali. Gerak dan tekanan harmonis inilah yang menjaga. kelenturan dan kekuatan organ-organ gerak kita.

Salam

Gerakan: Memutar kepala ke kanan dan ke kiri secara maksimal.

>> Manfaat: Relaksasi otot sekitar leher dan kepala menyempurnakan aliran darah di kepala. Gerakan ini mencegah sakit kepala dan menjaga kekencangan kulit wajah.

Sholat secara kontinyu bukan saja menyuburkan iman, tetapi mempercantik diri wanita luar dalam. Manfaat itu dapat dilihat sebagai berikut :

>> Memacu Kecerdasan

Gerakan sujud dalam salat tergolong unik. Falsafahnya adalah manusia menundukkan diri serendah rendahnya, bahkan lebih rendah dari pantatnya sendiri. Dari sudut pandang ilmu psikoneuroimunologi (ilmu mengenai kekebalan tubuh dari sudut pandang psikologis) yang didalami Prof Sholeh, gerakan ini mengantar manusia pada derajat setinggi tingginya. Mengapa?

Dengan melakukan gerakan sujud secara rutin, pembuluh darah di otak terlatih untuk menerima banyak pasokan darah. Pada saat sujud, posisi jantung berada di atas kepala yamg memungkinkan darah mengalir maksimal ke otak. Itu artinya, otak mendapatkan pasokan darah kaya oksigen yang memacu kerja sel-selnya. Dengan kata lain, sujud yang tumakninah dan kontinyu dapat memacu kecerdasan.

Risetnya telah mendapat pengakuan dari Harvard Universitry, AS. Bahkan seorang dokter berkebangsaan Amerika yang tak dikenalnya menyatakan masuk Islam setelah diam diam melakukan riset pengembangan khusus mengenai gerakan sujud.

>> Memperindah Postur

Gerakan gerakan dalam salat merupakan dasar dari peregangan (stretching). Intinya untuk melenturkan tubuh dan melancarkan peredaran darah. Keunggulan salat dibandingkan gerakan lainnya adalah salat menggerakan anggota tubuh lebih banyak, termasuk jari kaki dan tangan.

Sujud adalah latihan kekuatan untuk otot tertentu, termasuk otot dada. Saat sujud, beban tubuh bagian atas ditumpukan pada lengan hingga telapak tangan. Saat inilah kontraksi terjadi pada otot dada, bagian tubuh yang menjadi kebanggaan wanita. Payudara tak hanya menjadi lebih indah bentuknya tetapi juga memperbaiki fungsi kelenjar air susu di dalamnya.

>> Memudahkan Persalinan

Masih dalam pose sujud, manfaat lain bisa dinikmati kaum hawa. Saat pinggul dan pinggang terangkat melampaui kepala dan dada, otot otot perut (rectus abdominis dan obliquus abdominis externuus) berkontraksi penuh. Kondisi ini melatih organ di sekitar perut untuk mengejan lebih dalam dan lama. Ini menguntungkan wanita karena dalam persalinan dibutuhkan pernapasan yang baik dan kemampuan mengejan yang mencukupi. Bila, otot perut telah berkembang menjadi lebih besar dan kuat, maka secara alami ia justru lebih elastis. Kebiasaan sujud menyebabkan tubuh dapat mengembalikan serta mempertahankan organ organ perut pada tempatnya kembali (fiksasi).

>> Meningkatkan Kesuburan

Setelah sujud adalah gerakan duduk. Dalam salat ada dua macam sikap duduk, yaitu duduk iftirosy (tahiyyat awal) dan duduk tawarruk (tahiyyat akhir). Yang terpenting adalah turut berkontraksinya otot otot daerah perineum. Bagi wanita, inilah daerah paling terlindung karena terdapat tiga lubang, yaitu liang persenggamaan, dubur untuk melepas kotoran, dan saluran kemih.

Saat duduk tawarruk, tumit kaki kiri harus menekan daerah perineum. Punggung kaki harus diletakkan di atas telapak kaki kiri dan tumit kaki kanan harus menekan pangkal paha kanan. Pada posisi ini tumit kaki kiri akan memijit dan menekan daerah perineum. Tekanan lembut inilah yang memperbaiki organ reproduksi di daerah perineum.

>> Memperawet Muda

Pada dasarnya, seluruh gerakan salat bertujuan meremajakan tubuh. Jika tubuh lentur, kerusakan sel dan kulit sedikit terjadi. Apalagi jika dilakukan secara rutin, maka sel sel yang rusak dapat segera tergantikan. Regenerasi pun berlangsung lancar. Alhasil, tubuh senantiasa bugar.

Gerakan terakhir, yaitu salam dan menengok ke kiri dan kanan punya pengaruh besar pada ke¬kencangan. kulit wajah. Gerakan ini tak ubahnya relaksasi wajah dan leher. Yang tak kalah pen¬tingnya, gerakan ini menghin¬darkan wanita dari serangan migrain dan sakit kepala lainnya.


sumber : Iyan Barlyanta